Tuesday, 9 August 2016

Kado Istimewa HUT Ke-53 SMPN 1 Banjar dari KSPAN

Kelompok Siswa Peduli Aids dan Narkoba (KSPAN) patut berbangga. Pasalnya  sepekan menjelang perayaan ulang tahun sekolahnya; Yakni SMPN 1 Banjar. Mereka mampu mempersembahkan kado istimewa berupa prestasi terbaik sebagai Juara Umum 2 Jambore KSPAN se-Kabupaten Buleleng.

BANJAR, TENAR MAGAZINE – Kelompok Siswa Peduli Aids dan Narkoba (KSPAN) SMPN 1 Banjar masih menunjukkan taringnya. Terbukti dari sekian kali perhelatan Jambore KSPAN tingkat Kabupaten, sekolah besutan Kepala Sekolah Ida Bagus Adi Parwata, S.Pd, M.Pd selalu tampil menjadi yang terbaik. Dalam Lomba jambore KSPAN yang berlangsung akhir Juli lalu, KSPAN SMPN 1 Banjar mampu tampil sebagai juara umum dua.
                Beberapa tampilan yang mampu mengantarkan Kelompok Siswa tersebut meraih prestasi terbaik adalah; Juara 2 tutor sebaya, Juara 2 Mars KSPAN dengan judul Mars KSPAN SMPN 1 Banjar, dan Juara 3 Kecak Dag dengan judul Tobat. 22 peserta yang terdiri dari 11 pelajar putri dan 11 orang pelajar putra tampak sangat kompak dalam mengikuti setiap event yang dilombakan. Keberhasilan para pelajar SMPN 1 Banjar yang tergabung dalam kelompok KSPAN tidak terlepas dari ketekunan para gurunya seperti; Ni Putu Ayu Dwi Putranti, Sp.Si, Ketut Sukiarta,S.Pd, Ni Made Ayu Parwiani, S.Pd dan Ida Bagus Kade Ari Wijaya, dalam membimbing dan mengarahkan siswanya.
                “Ya kita sangat bersyukur, masih bisa mempertahankan prestasi terbaik dalam Jambore KSPAN Tahun ini. Yaitu mampu meraih peringkat juara 2 umum. Prestasi ini menjadi semakin spesial karena kami dapatkan menjelang perayaan HUT ke-53 SMPN 1 Banjar. Jadi apa yang mampu dipersembahkan oleh anak-anak sepenuhnya kami dedikasikan buat kejayaan SMPN 1 Banjar”. ujar salah satu pembina KSPAN SMPN 1 Banjar Ni Putu Ayu Dwi Putranti.
                Menurut Bu Ninin, panggilan akrab Ni Putu Ayu Dwi Putranti; KSPAN sebagai  salah satu kegiatan ekstra kurikuler di sekolah keberadaannya sangat strategis. Pasalnya dari kegiatan ini para pelajar akan menyadari dan paham tata cara bersosialisasi. Terutama bagaimana mereka mampu terhindar dari pergaulan bebas. “Selain pengetahuan tentang bahaya Narkoba dan AIDS kita juga mengajarkan kepada siswa agar bisa memberikan penyuluhan kepada teman-teman mereka di satu sekolah tentang bahaya HIV/AID. Apalagi Kabupaten Buleleng berada diperingkat kedua setelah Denpasar sebagai daerah yang masuk kategoro kritis terkait HIV Aids dan Narkoba”. Kilah Ninin yang juga sebagai Guru BK di sekolahnya.

                Ninin berharap kegiatan Lomba Jambore KSPAN ini bisa diikuti oleh seluruh SMP dan SMA di Buleleng, agar pemahaman tentang bahaya Narkoba dan HIV/AIDS lebih mantap. “Setahu saya, 2 tahun lalu sudah di ketemukan 2 anak SMP yang mengidap HIV/AIDS. Saya harap kalau bisa, kedepan semua sekolah bisa terlibat dalam kegiatan KSPAN ini. Sehingga aktivitas KSPAN di masing-masing sekolah akan aktif secara berkelanjutan tidak saat lomba saja”. jelas bunda dari Ida Bagus Komang Raditya Riski Dharma Putra.
                Sementara itu, siswi SMPN 1 Banjar Komang Citra Pratiwi yang turut serta sebagai peserta dalam Jambore KSPAN mengatakan sanagat senang bisa turut serta dalam kegiatan tersebut. Karena dalam kegiatan Jambore ini dikatakannya rasa kekeluargaan antara teman dan guru semakin erat apalagi dengan di raihnya juara.
“Saya sangat senang meski kita naik bemo ke bumi perkemahan, tetapi saya sangat senang karena rasa kekeluargaan antara teman dan guru semakin erat lebih-lebih kami mendapat juara. Saya harap kedepannya KSPAN lebih maju dan bisa bebas Narkoba dan AIDS khususnya di Buleleng ini”. Terang Citra yang juga menjabat sebagai Ketua Osis di SMPN 1 Banjar.
Anak-anak KSPAN SMPN 1 Banjar tidak hanya bergerak di saat lomba saja, melainkan setiap jam pelajaran kosong di suatu kelas para siswa yang tergabung dalam KSPAN tersebut terjun untuk mensosialisasikan bahaya Narkoba dan HIV/AIDS.
“Kita disini tidak hanya saat ekstra saja melakukan atau mensosialisasikan bahaya Narkoba dan AIDS di sekolah, jika kita temui jam kosong di suatu kelas kita masuk kesana dan mensosialisasikan apa-apa yang kami dapat saat ikut Jambore KSPAN atau seminar. Karena tidak semua siswa ikut dalam kegiatan tersebut dan ini juga merupakan program kami di Osis dan KSPAN”. Kata Citra yang memiliki hobi menari tersebut.
Selain Komang Citra teman seperjuangannya yang terlibat dalam Jambore kemarin yaitu Kadek Dwi Suputra juga sependapat dengan Citra. Menurutnya kegiatan KSPAN ini di harapkan kedepan bisa menemukan obat untuk menyembuhkan orang yang terkena penyakit AIDS tersebut. “Ya saya harap, penemu obat untuk menyembuhkan AIDS bisa di temukan lebih cepat agar bisa menyelamatkan saudara-saudara kita di luar yang terkena penyakit tersebut. Kalau bisa sih dari anak-anak KSPAN”. Harapan Kadek Dwi Suputra. MPT-ZAP