Tuesday, 14 June 2016

GURU-KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS BERPRESTASI BAG-1

I Gede Suka; Terapkan IT
Sebagai Media Pembelajaran

Kreatif dan inovatif. Dua kata ini sangat pantas disematkan pada sosok kita yang satu ini. Selain kaya ide dan terobosan baru dia juga sangat loyal dengan profesinya. Tidak keliru jika berkat integeritasnya itu, dia kemudian mampu mengukuhkan dirinya sebagai Juara III Kepala Sekolah Beprestasi di Kabupaten Buleleng. Siapakah dia dan apa saja kiprahnya ?

Ade Zanji Adhi Pramana
TENAR MAGAZINE – SERIRIT

SERIRIT, TENAR MAGAZINE – I Gede Suka. Nama boleh pendek tapi kalau bicara soal kreatifitas dan inovasi tidak lagi sependek namanya. Maka jangan heran, kendati ditugaskan di daerah yang tergolong cukup marginal; Nun jauh di Desa Unggahan, Kecamatan Seririt. Namun sekolah binaannya tak kalah berprestasi dengan sekolah di perkotaan.
                Berbagai gebrakan kreatif yang ditempuhnya kini manfaatnya mulai dirasakan; Yang paling dirasakan adalah anak didiknya tidak lagi gagap teknologi. Terobosan demi terobosan yang dilakukan I Gede Suka juga tidak liput mendapat apresiasi dari salah seorang stafnya yang juga guru disana. “Semenjak menggunakan media ini, peningkatan prestasi anak dalam kelas meningkat cukup signifikan. Kalau kita prosentase peningkatan kemampuan anak itu naik sekitar 20 persen. Terbukti, perolehan nilai siswa yang saya pegang, yaitu kelas V meningkat dari nilainya kecil meningkat menjadi lebih besar dan juga keaktifan siswa menjadi semakin meningkat”. Terang I Ketut Biasa, S.Pd.
Hal ini kata I Ketut Biasa membuktikan langkah yang diambil Kepala Sekolahnya sangat tepat. Sampai saat ini di SDN 1 Unggahan telah memiliki 2 Laptop, 3 Unit LCD Proyektor dan 4 Komputer sebagai sarana pendukung proses pembelajaran. Dengan dukungan sarana tersebut mulai Tahun Ajaran 2016/2017 ini I Gede Suka mengisyaratkan kepada semua guru agar mulai menggunakan Microsoft Office PowerPoint sebagai media penyampaian dan pembelajaran didalam kelas. Dengan methode pembelajaran seperti itu lelaki yang hobi berkebun dan olahraga ini berharap Proses dan Mutu belajar akan bisa lebih ditingkatkan lagi.
Ketika ditanya mengapa pihaknya lebih suka mengikuti perkembangan teknologi dalam melakukan proses belajar mengajar ? I Gede Suka berkilah bahwa di-era IT semua komponen masyarakat terlebih siswa harus sudah mulai mengenalnya sejak dini. Faktor lainnya adalah dari segi efektivitas dan manfaat. “Menggunakan media papan dan kapur sebagai alat bantu mentransper pengetahuan kepada anak didik kurang baik untuk kesehatan Guru maupun siswanya karena debu kapur. Papan putih serta sepidol juga tidak bisa digunakan secara efektif. Karena spidol cepat rusak dan juga tidak tahan lama”.Terang salah satu Kepala Sekoloah Berprestasi Kabupaten Buleleng ini.
Belajar dari pengalaman tersebut akhirnya dia mengganti media penyampaian pembelajaran dengan sarana dan prasarana berupa; Laptop, Proyektor, Komputer dan Sebuah Tablet. “Ide ini mulai pada tahun ajaran 2014/2015. Sebelumnya kita disini menggunakan media papan tulis dan kapur, Kami juga pernah menggunakan Papan tulis yang menggunakan spidol, namum semua itu memiliki kendala masing-masing seperti debu kapur menggagu kesehatan guru dan siswa dan sepidol yang cepat rusak dan juga tidak tahan lama.
Inovatif dan kreatit dalam mengelola sekolah yang dipimpinnya sangat berbanding lurus jika kemudian I Gede Suka mendapat predikat sebagai salah satu Kepala Sekolah Berprestasi untuk tingkat Kabupaten. Peraih Juara III Guru Berprestasi ini mengaku baru pertama kali mengikuti lomba Kepala Sekolah berprestasi.  
Namum di balik kesuksesannya itu, I Gede Suka mengaku tidak lepas dari pengalaman yang sempat didapatkannya ketika mewakili Kecamatan Seririt di perlombaan Guru Berprestasi sebanyak dua kali tampil di Kabupaten. “Selain pengalaman pernah tampil pada tahun sebelumnya, kesuksesannya tersebut juga tidak terlepas dari bimbingan pengawas Kecamatan Seririt yaitu I Made Sumertha,S.Pd,M.Pd.”. ujar suami tercinta Ketut Sukasmini itu.
Menurutnya, setiap perlombaan yang diikutinya memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Tahun ini misalnya, dia merasakan tambah berat dibanding tahun sebelumnya. Masalahnya setiap peserta harus mengusai IT. Selain kendala IT, Porto polio yaitu kumpulan bukti pendukung atas capaian-capaian yang di raih juga masih menjadi persoalan tersendiri.
Namun kendala tersebut dapat teratasi, karena sebelumnya kita pernah mengikuti workshop, mengikuti dan mengadakan seminar, membuat PTK, serta membuat dokumen khusus terkait prestasi yang di raih oleh guru, murid maupun sekolah. “Ya, jadi tujuan saya ikut terlibat dalam lomba seperti Guru atau Kepala Sekolah berprestasi bukan semata mencari juara. Tapi yang lebih terpenting adalah ingin meningkatkan kinerja dan mutu pendidikan di sekolah. Karena dalam lomba itu pasti ada ilmu dan pengetahuan baru”. Ungkapnya. @


AVSEQ01

AVSEQ01

 Menabur Komunikasi Menuai  Prestasi

Barometer...!!! Citra Singaraja sebagai Kota Pendidikan semakin bersinar. Pasalnya berbagai jenis predikat prestasi telah terkumpul di ‘Bumi Panji Sakti’. Uniknya, raihan prestasi tersebut tidak melulu menjadi dominasi pelajar SMP, SMA dan SMK saja. Pasukan berseragam kebesaran ‘Putih Merah Hati’ ini-pun tak mau kalah. Hebatnya aroma kemampuan akademis dan mental jawara yang dimiliki anak-anak SD ini telah merata menyebar di sembilan kecamatan di ‘Bumi Panji Sakti’ Buleleng. Apa resepnya ?

SINGARAJA, TENAR MAGAZINE – Prestasi demi prestasi yang diukir pelajar sekolah dijajaran Pendidikan dasar di Buleleng menunjukkan trend peningkatan cukup signifikan. Masih segar dalam ingatan kita bahwa dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang baru saja usai digelar di Palembang Sumatera Selatan, pelajar Buleleng mampu merebut 2 medali perak, 1 medali perunggu dan 2 predikat Juara Harapan 1.
                Dua medali perak dipersembahkan oleh pelajar SDN 3 Banjar Jawa, Singaraja yaitu Putu Gita Shanti Mayanti untuk bidang IPA dan Michael Alexander Teja (bidang matematika). Sedangkan medali perunggu dipersembahkan oleh Putu Ananda Pramestya Diah M (bidang IPA) dari SD Lab Singaraja. Sementara Putu Tatya Berliana dari SD Lab Undiksha (Bidang matematika) dan Made Harina Iswarani dari SDN 2 Penuktukan (bidang IPA) masing-masing mendapat predikat juara harapan 1 dibidangnya masing-masing.
                Dalam ajang OSN, duta pelajar kabupaten Buleleng mampu mendominasi wakil Bali ke tingkat nasional. Dari 6 wakil Bali dibidang mata pelajaran IPA tiga diantaranya direbut Kabupaten Buleleng. Mereka adalah Putu Gita Shani Mayanti, Made Harina Iswarani dan Putu Ananda Pramestya Diah M. Sementara dua lainnya diisi Wakil kabupaten Tabanan I Gede Dharma surya Arta dari SD Saraswati, M. Annas Firmansyah dari MIN Loloan Timur, Negara dan Jose Damara Hadriana dari SD Tegal Jaya, Badung.  
Sedangkan dibidang Matematika Buleleng mencuri dua posisi dari enam jatah yang tersedia. Mereka adalah Alexander Michael Teja dan Putu Tatya Berliana. Sedangkan empat lainnya adalah I Wayan Divta Parama Tirtha SDN 1 Mas, Arya Raditya Kusuma (SD Suta Dharma Ubud Gianyar), Ni Komang Ista Triana (SDPN Tulangampiang Denpasar) dan I Gede Sadhu Surya Guna (SDN 1 Karangasem).
                Dengan tampilnya lima wakil kabupaten Buleleng di ajang bergengsi sekelas OSN menjadi salah satu bukti bahwa proses belajar dan mengajar di ‘Bumi Denbukit’ Buleleng telah menemukan kelasnya sebagai daerah yang layak diperhitungkan.
                Kepala UPP Kecamatan Sawan Luh Amani ketika dikonfirmasi dikantornya mengatakan, semua prestasi yang mampu ditunjukkan dan diraih oleh sekolah bersama anak didiknya sejatinya tidak terlepas dari kemampuan sekolah dalam menggali potensi yang dimiliki anak didiknya. “Kita dari UPP juga selalu melakukan pembinaan dan pendekatan jemput bola didalam bersama-sama mengasah dan membina anak didik untuk mendapatkan prestasi terbaiknya”. Ujar Amani.
                Pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan simultan di Kecamatan Sawan, kata Amani akan bisa menjadi strategi dalam melahirkan anak-anak berprestasi. Baik dibidang akademik maupun non akademik. “Jadi dengan demikian kita tidak lagi kesulitan menemukan anak didik yang nantinya diterjunkan sewaktu-waktu. Baik dalam mengikuti ajang akademik maupun non akademik”. Kilahnya.
                Kecamatan Sawan sebagaimana kecamatan lain di kabupaten Buleleng telah mampu merambah prestasi regional maupun nasional. Kendati gagal dalam ajang OSN tahun ini, salah satu Siswi  kelas I (sekarang naik ke kelas II) dari SDN 8 Sangsit Komang Alih Trimajesti Alvenduo telah mampu menunjukkan prestasi terbaiknya. Yakni masuk Semifinalis Olimpiade Sains Kuark 2016 – Level 1 di Denpasar.
Kehadiran Komang Alih TA ini diprediksi akan menjadi pionir aset Kecamatan Sawan mendulang prestasi akademik dimasa mendatang. “Semoga prestasi yang telah diukir oleh Sawan baik Oleh kakak kandungnya Kadek Luhur Harri Nugraha dalam ajang OSN 2015 maupun Gede Bagus Bayu Pentium di ajang kompetisi internasional  IMSO beberapa tahun lalu bisa menjadi motivasi dan insfirasi bagi siswa SD di Sawan meningkatkan prestasinya”. Harap Ka. UPP yang dikenal lebih sering ada di sekolah-sekolah ketimbang duduk di kantornya.
                Kecamatan Tejakula yang pada tahun ini mampu mencuri posisi Kecamatan Sawan mendampingi pelajar terbaik dari Kecamatan Buleleng berebut tiket ke OSN tingkat nasional juga sependapat dengan sejawatnya Luh Amani. Bahwa dalam mewujudkan prestasi anak didik diperlukan adanya kebesarsamaan serta kesepahaman dalam menggali dan membina potensi yang dimiliki anak didik disetiap sekolah yang ada diwilayahnya. “Kuncinya kita harus tetap mengedepankan pendekatan komunikasi dengan sekolah, orang tua serta komponen pendukung lainnya. Ini adalah kunci yang harus selalu dipegang teguh”. demikian kata Kepala Unit Pelaksana Pendidikan (UPP) Kecamatan Tejakula Made Parwata saat dihubungi Majalah Pendidikan Tenar disela-sela pelaksanaan Buleleng Education Expo 2016 di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja.
                Semua komponen pendidikan. Baik tenaga pendidik maupun kependidikan harus mampu menyamakan persepsi. Terlebih kata dia UPP dan Sekolah adalah sebagai garda terdepan. Terdepan karena kedua lembaga formal ini memiliki tugas mempersiapkan pendidikan dasar bagi penerus bangsa ini kedepan. “Jadi menurut saya menyamakan persepsi dan komunikasi terutama kerjasama dan kebersamaan atau sebaliknya kebersamaan dan kerjasama mutlak harus dilakukan. Tanpa ini saya kira akan sulit mewujud pendidikan yang berkualitas”. Imbuh Parwata.
                Tahun ini Kecamatan Tejakula secara mengejutkan mampu menggedor pertahanan Kecamatan Buleleng dengan mengambil 2 posisi lolos ke pembinaan OSN tingkat provinsi Bali. satu posisi dalam bidang Matematika disabet I Gusti Ngurah Rizki Prabastian dari SDN 1 Bondalem dan satu posisi dibidang IPA direbut oleh Made Harina Iswarani (SDN 2 Penuktukan). Kedua siswa asal Kecamatan Tejakula ini sejatinya memiliki daya saing prestasi cukup bagus di provinsi. Karena penilaian berbasis kabupaten akhirnya memaksa Rizki gagal bersaing merebut tiket ke tingkat nasional.
                Seperti sempat diberitakan pada edisi sebelumnya, dalam tiga kali tes yang dihadapi anak asuh Luh Ratnadi cs ini, hampir semuanya mampu mengumpulkan nilai terbaiknya;  Michael mengumpulkan nilai tertinggi provinsi  119, Tatya (89), Sintya (83), Ananda (78), Ramzy (69), Fiona Lisa (56) dan Rizki mengumpulkan total nilai sebanyak 56. Dengan nilai ini Rizki harus legowo pulang lebih awal meninggalkan arena perlombaan.
Harina Iswarani yang merupakan satu-satunya wakil Kecamatan Tejakula maju ketingkat nasional belum mampu menunjukkan kelasnya. Padahal dalam pembinaan tahap I sampai III di Provinsi perkembangan prestasinya cukup bagus. Namun karena terkendala faktor non teknis siswi yang baru naik ke kelas VI di SDN 2 Penuktukan ini harus puas hanya mendapat predikat Juara harapan I.
Geliat prestasi yang ditunjukkan anak-anak SD di Kecamatan Buleleng yang dikendalikan Ka. UPP Wayan Duduk kini mulai mendapat pesaing serius. Namun UPP yang berada dipusat kota ini diprediksi akan tetap memegang kendali. Apalagi Kecamatan Buleleng dengan Singarajanya diperkuat SDN 3 Banjar Jawa, SDN 1 Astina, SDN 1 Jineng Dalem dll. Beberapa sekolah tersebut dikenal sebagai gudang anak-anak berprestasi. “Selain peran UPP, Sekolah dan anak. Kehadiran orang tua juga merupakan salah satu elemen strategis menentukan keberhasilan anak didalam meraih prestasi terbaiknya”. Ujar praktisi pendidikan dari Undiksha Prof. DR. I Wayan Redhana, M.Si.                Beberapa wilayah marginal yang selama ini kurang diperhitungkan seperti Kubutambahan, Sukasada, Banjar, Seririt, Gerokgak dan Busungbiu tinggal menunggu waktu kebangkitan. Apalagi dibeberapa wilayah tersebut telah bermunculan bibit bidang akademik yang  potensial. Di Kecamatan Busungbiu misalnya. Masa kebangkitan wilayah UPP yang dipimpin Drs. Wayan Mahardika ini akan menjadi ancaman tersendiri bagi squad OSN Buleleng tahun depan.
Tertundanya Made Dwi Andika Putra menembus Palembang dalam OSN tahun ini menjadi harapan besar bagi Busungbiu memperbaiki kegagalannya tahun ini. Obsesi Busungbiu mampu bersaing dalam bidang akademik telah direalisasikannya dengan memberikan pembinaan khusus bagi anak-anak yang dinilai memilki prestasi.
Kepala Unit Pelaksana Pendidikan (Ka. UPP) Busungbiu Wayan Mahardika mengatakan, kini pihaknya mulai menerapkan sistem pembinaan berkelanjutan. Pembinaan berkelanjutan ini mulai diterapkan dengan menyasar hasil seleksi siswa berprestasi tahun ini. “siswa atau siswi yang berhasil menempati posisi 1 sampai 3 dalam lomba siswa berprestasi kemarin akan terus kita pantau dan diberikan pembinaan secara khusus”. Papar Mahardika.
Tak jauh beda dengan Busungbiu. UPP Kecamatan Banjar yang tampil sebagai runner up dalam Porsenijar Kabupaten maupun FLS2N Kabupaten harus diakui sebagai kekuatan baru di kabupaten Buleleng. Terutama dalam bidang akademis. Seluruh jajaran UPP bersama sekolah pendukungnya telah bertekad akan menggali semua potensi yang dimiliki. “Kita akan bongkar semua potensi yang terpendam di Kecamatan Banjar”. Ujar salah seorang pengawas Wayan Wenten. Jika diibaratkan. Banjar kata Wenten; ingin menggali sumur sedalam-dalamnya, sehingga sumber kehidupan (prestasi) itu benar-benar tergali katanya. SEMOGA. MT-TIM
                 


Friday, 10 June 2016

UPP Busungbiu Bina Anak Berprestasi

Prestasi bidang akademis anak-anak Sekolah Dasar di Kecamatan Busungbiu tidak bisa dipandang sebelah mata. Keberhasilan Made Dwi Andika Putra nangkring diperingkat sepuluh besar bidang studi IPA dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat provinsi Bali adalah salah satu bukti bahwa prestasi mereka patut diperhitungkan. Apa saja kiat UPP Kecamatan Busungbiu meningkatkan prestasi anak didiknya ?

BUSUNGBIU, TENAR MAGAZINE –Berbicara masalah kemampuan anak-anak SD di Kecamatan Busungbiu sejatinya tidak usah diragukan lagi. Potensi korp siswa berseragam putih merah hati ini sesungguhnya memiliki potensi yang tidak terpaut jauh dengan potensi prestasi yang dimiliki rekannya di Kecamatan Kota; Buleleng.
Masih segar dalam ingatan kita. Penomena Made Dwi Andika Putra adalah salah satu bukti, bahwa Busungbiu tidak tertidur. Berhasil nangkring di posisi sepuluh besar OSN Provinsi bukan sesuatu kebetulan. Ini adalah prestasi, dari sebuah eksistensi perjuangan siswa SDN 3 Kekeran yang patut diapresiasi. Menembus ajang selevel OSN sampai ketingkat Provinsi bukan sesuatu yang mudah.
Kepala Unit Pelaksana Pendidikan (Ka.UPP) Kecamatan Busungbiu Drs. Wayan Mahardika mengatakan kemampuan siswa di Kecamatan Busungbiu sudah layak dipertimbangkan. Terlebih dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun ini. “Kecamatan Busungbiu mesti di pertimbangkan sebab satu siswa kita masuk nominasi 7 Siswa yang mewakili Buleleng ketingkat Provinsi, ini merupakan sebuah kebanggaan bagi kita semua. Saya harap anak-anak semua ada yang mengikuti jejaknya”. Ungkap Mahardika memotivasi anak dididiknya yang mengikuti seleksi siswa berprestasi tingkat kecamatan.
                Kendati diakui, dominasi anak-anak kota kerap kali menjadi batu sandungan bagi duta kecamatan diluar Kecamatan Buleleng. Maklum selain mendapat materi secara konvensional di sekolah, mereka pada umumnya mendapat dukungan serta fasilitas lebih dari para orang tuanya. Terutama didalam mendapatkan pemantapan serta pendalaman materi dari lembaga kursus. Maka tidak heran dominasi kota masih sangat kuat, namun begitu bukan berarti sulit ditembus. Solusinya harus ada kemauan dan kebersamaan dari stake holder diwilayah tersebut didalam memanej prestasi akademik yang dimiliki anak didiknya.
Di Kecamatan Busungbiu misalnya, Tim Kecamatan yang dikoordinir Kepala Unit Pelaksana Pendidikan (Ka. UPP) Busungbiu kini mulai menerapkan sistem pembinaan berkelanjutan. Pembinaan berkelanjutan ini mulai diterapkan dengan menyasar hasil seleksi siswa berprestasi tahun ini. “Perjalanan Mereka tidak hanya sampai disitu saja, meski yang mewakili Kecamatan hanya satu orang, tetapi Mereka bertiga diwajibkan mengikuti pembinaan lanjutan. Mereka yang diperioritaskan mendapatkan pembinaan lanjutan adalah siswa atau siswi yang berhasil menempati posisi 1 sampai 3”. Papar Ketua Panitia Seleksi Siswa berprestasi Kecamatan Busungbiu Nyoman Suandika, S.Pd.
                Ditambahkan, tiga besar siswa berprestasi ini dalam mengikuti pembinaan lanjutan akan dikembalikan ke sekolah masing-masing tetapi ada dalam pengawasan Tim Siswa berprestasi dari UPP dan secara rutin dimonitoring oleh Ka UPP Drs. Wayan Mahardika.
                Seperti diketahui duta siswa dan siswi berprestasi asal Kecamatan Busungbiu dalam seleksi siswa-siswi berprestasi tingkat kabupaten belum mampu menunjukkan prestasi terbaiknya. Kendati demikian kedua utusannya yakni I Putu Gilang Saputra masih mampu terhindar dari posisi juru kunci. Pasalnya nilai yang diperoleh siswa asal SDN 1 Pucaksari itu masih lebih baik dibandingkan rekannya Putu Bayu Praja Waisnawa dari SDN 1 Sangsit, Kecamatan Sawan. Sementara dikelompok putri Ni Putu Dinda Praditha Agustin Savitri juga menempati peringkat 8 sama dengan rekannya Gilang Saputra. Posisi Dinda dari SDN 1 Tista diselamatkan oleh Kadek Lisa Karismayani dari SDN 2 Silangjana, Kecamatan Sukasada yang harus puas menempati posisi juru kunci dikelompok putri.
Sebelum berlomba di tingkat Kabupaten, seleksi siswa berprestasi di Kecamatan Busungbiu diikuti 92 Peserta dari 46 Sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Busungbiu. Masing-masing sekolah di wakili oleh dua orang yaitu satu orang peserta putra dan satu orang peserta putri. Adapun bidang studi yang dilombakan; Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Matematika dan PKN.
Seleksi yang belangsung sehari (8/4) itu telah mendapat jawara yaitu di Kelompok Putra Peringkat Satu ; Putu Gilang Saputra (SDN 1 Pucaksari), Peringkat Dua ; Putu Ananta Wijaya (SDN 2 Pelapuan), Peringkat Ketiga ; Putu Deris Nikta Saputra (SDN 1 Sepang Kelod). Dan di Kelompok Putri di Peringkat Satu ; Ni Putu Dinda Praditha Agustin Savitri (SDN 1 Tista), Peringkat Dua ; Kadek Elvira Setiani (SDN 2 Busungbiu), Peringkat Ketiga di duduki oleh ; Komang Denny Pariatini (SDN 6 Busungbiu). MT-ZAP






Padmasana SDN 3 Pegadungan di Pllaspas

Obsesi SDN 3 Pegadungan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng memiliki tempat persembahyangan representatif akhirnya terwujud. Padmasana yang dilengkapi pelinggih Taksu dan Penunggun Karang itu Senen 6/6 atau Soma, Paing Wuku Kelawu di pelaspas.

SUKASADA, TENAR MAGAZINE – Suasana hikmat ditengah dentingan alunan genta sang pinandita hari itu sangat terasa di sekolah yang dipimpin Ketut Sumitra tersebut. Segenap guru dan puluhan siswa-siswi SDN 3 Pegadungan tampak khusyuk mengikuti prosesi pemelaspasan tiga pelinggih yang baru saja selesai dipugar.
Ketiga Pelinggih tersebut adalah Padmasana, Taksu dan Penunggun Karang. Kepala Sekolah SDN 3 Pegadungan Ketut Sumitra mengaku sangat bersyukur bisa mewujudkan pembanguman pelinggih disekolahnya. “Mewujudkan parahyangan disekolah memang merupakan tekad kami beserta segenap guru untuk merealisasikannya. Dan berkat kebersamaan itu pula pelinggih yang kami impikan, akhirnya bisa kita bangun”. Paparnya.
Kondisi bangunan sebelumnya kata Sumitra memang sudah rusak. Apalagi bangunan tersebut keberadaannya bersamaan dengan berdirinya sekolah. Yakni tahun 1984. Untuk itu pihaknya kata Sumitra sejak 2014 lalu berinisitif memugar semua pelinggih yang ada. “waktu itu kita semua guru bersama orang tua wali murid mengadakan rapat, Dalam rapat waktu itu kita dari para guru-guru sepakat membiayai pembangunan pelinggih secara swadana dibantu dengan punia dari para orang tua”. Katanya.
Dari dana yang dibutuhkan sebesar Rp 21 juta lebih akhirnya baru bisa terkumpul tahun ini. “Saya dalam kesempatan ini mengucapkan banyak terimakasih kepada rekan-rekan guru dan para orang tua murid, karena berkat partisifasinya akhirnya parahyangan yang kita inginkan bisa terwujud”. Ucap Sumitra sembari mengatakan antusias masyarakat ikut membantu mengerjakan pelinggih itu cukup tinggi.
“Mudah-mudahan kerjasama dan kepedulian semua pihak memajukan pendidikan di Pegadungan kedepan semakin baik”. Ujar Kasda yang mengasuh anak didik sebanyak 83 orang dengan dibantu 6 Guru PNS, 4 Guru Abdi dan 1 orang Tata Usaha itu. MT-WAK


GURU-KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS BERPRESTASI BAG-1

SD1 UnggahanTerapkan IT
Sebagai Media Pembelajaran

Kreatif dan inovatif. Dua kata ini sangat pantas disematkan pada sosok kita yang satu ini. Selain kaya ide dan terobosan baru dia juga sangat loyal dengan profesinya. Tidak keliru jika berkat integeritasnya itu, dia kemudian mampu mengukuhkan dirinya sebagai Juara III Kepala Sekolah Beprestasi di Kabupaten Buleleng. Siapakah dia dan apa saja kiprahnya ?

Ade Zanji Adhi Pramana
TENAR MAGAZINE – SERIRIT

SERIRIT, TENAR MAGAZINE – I Gede Suka. Nama boleh pendek tapi kalau bicara soal kreatifitas dan inovasi tidak lagi sependek namanya. Maka jangan heran, kendati ditugaskan di daerah yang tergolong cukup marginal; Nun jauh di Desa Unggahan, Kecamatan Seririt. Namun sekolah binaannya tak kalah berprestasi dengan sekolah di perkotaan.
                Berbagai gebrakan kreatif yang ditempuhnya kini manfaatnya mulai dirasakan; Yang paling dirasakan adalah anak didiknya tidak lagi gagap teknologi. Terobosan demi terobosan yang dilakukan I Gede Suka juga tidak liput mendapat apresiasi dari salah seorang stafnya yang juga guru disana. “Semenjak menggunakan media ini, peningkatan prestasi anak dalam kelas meningkat cukup signifikan. Kalau kita prosentase peningkatan kemampuan anak itu naik sekitar 20 persen. Terbukti, perolehan nilai siswa yang saya pegang, yaitu kelas V meningkat dari nilainya kecil meningkat menjadi lebih besar dan juga keaktifan siswa menjadi semakin meningkat”. Terang I Ketut Biasa, S.Pd.
Hal ini kata I Ketut Biasa membuktikan langkah yang diambil Kepala Sekolahnya sangat tepat. Sampai saat ini di SDN 1 Unggahan telah memiliki 2 Laptop, 3 Unit LCD Proyektor dan 4 Komputer sebagai sarana pendukung proses pembelajaran. Dengan dukungan sarana tersebut mulai Tahun Ajaran 2016/2017 ini I Gede Suka mengisyaratkan kepada semua guru agar mulai menggunakan Microsoft Office PowerPoint sebagai media penyampaian dan pembelajaran didalam kelas. Dengan methode pembelajaran seperti itu lelaki yang hobi berkebun dan olahraga ini berharap Proses dan Mutu belajar akan bisa lebih ditingkatkan lagi.
Ketika ditanya mengapa pihaknya lebih suka mengikuti perkembangan teknologi dalam melakukan proses belajar mengajar ? I Gede Suka berkilah bahwa di-era IT semua komponen masyarakat terlebih siswa harus sudah mulai mengenalnya sejak dini. Faktor lainnya adalah dari segi efektivitas dan manfaat. “Menggunakan media papan dan kapur sebagai alat bantu mentransper pengetahuan kepada anak didik kurang baik untuk kesehatan Guru maupun siswanya karena debu kapur. Papan putih serta sepidol juga tidak bisa digunakan secara efektif. Karena spidol cepat rusak dan juga tidak tahan lama”.Terang salah satu Kepala Sekoloah Berprestasi Kabupaten Buleleng ini.
Belajar dari pengalaman tersebut akhirnya dia mengganti media penyampaian pembelajaran dengan sarana dan prasarana berupa; Laptop, Proyektor, Komputer dan Sebuah Tablet. “Ide ini mulai pada tahun ajaran 2014/2015. Sebelumnya kita disini menggunakan media papan tulis dan kapur, Kami juga pernah menggunakan Papan tulis yang menggunakan spidol, namum semua itu memiliki kendala masing-masing seperti debu kapur menggagu kesehatan guru dan siswa dan sepidol yang cepat rusak dan juga tidak tahan lama.
Inovatif dan kreatit dalam mengelola sekolah yang dipimpinnya sangat berbanding lurus jika kemudian I Gede Suka mendapat predikat sebagai salah satu Kepala Sekolah Berprestasi untuk tingkat Kabupaten. Peraih Juara III Guru Berprestasi ini mengaku baru pertama kali mengikuti lomba Kepala Sekolah berprestasi.  
Namum di balik kesuksesannya itu, I Gede Suka mengaku tidak lepas dari pengalaman yang sempat didapatkannya ketika mewakili Kecamatan Seririt di perlombaan Guru Berprestasi sebanyak dua kali tampil di Kabupaten. “Selain pengalaman pernah tampil pada tahun sebelumnya, kesuksesannya tersebut juga tidak terlepas dari bimbingan pengawas Kecamatan Seririt yaitu I Made Sumertha,S.Pd,M.Pd.”. ujar suami tercinta Ketut Sukasmini itu.
Menurutnya, setiap perlombaan yang diikutinya memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Tahun ini misalnya, dia merasakan tambah berat dibanding tahun sebelumnya. Masalahnya setiap peserta harus mengusai IT. Selain kendala IT, Porto polio yaitu kumpulan bukti pendukung atas capaian-capaian yang di raih juga masih menjadi persoalan tersendiri.
Namun kendala tersebut dapat teratasi, karena sebelumnya kita pernah mengikuti workshop, mengikuti dan mengadakan seminar, membuat PTK, serta membuat dokumen khusus terkait prestasi yang di raih oleh guru, murid maupun sekolah. “Ya, jadi tujuan saya ikut terlibat dalam lomba seperti Guru atau Kepala Sekolah berprestasi bukan semata mencari juara. Tapi yang lebih terpenting adalah ingin meningkatkan kinerja dan mutu pendidikan di sekolah. Karena dalam lomba itu pasti ada ilmu dan pengetahuan baru”. Ungkapnya. @