GURU-KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS
BERPRESTASI BAG-1
SD1
UnggahanTerapkan IT
Sebagai Media Pembelajaran
Kreatif dan inovatif. Dua kata ini
sangat pantas disematkan pada sosok kita yang satu ini. Selain kaya ide dan
terobosan baru dia juga sangat loyal dengan profesinya. Tidak keliru jika
berkat integeritasnya itu, dia kemudian mampu mengukuhkan dirinya sebagai Juara
III Kepala Sekolah Beprestasi di Kabupaten Buleleng. Siapakah dia dan apa saja
kiprahnya ?
Ade Zanji
Adhi Pramana
TENAR
MAGAZINE – SERIRIT
SERIRIT, TENAR MAGAZINE – I Gede Suka. Nama boleh pendek tapi kalau bicara soal
kreatifitas dan inovasi tidak lagi sependek namanya. Maka jangan heran, kendati
ditugaskan di daerah yang tergolong cukup marginal; Nun jauh di Desa Unggahan,
Kecamatan Seririt. Namun sekolah binaannya tak kalah berprestasi dengan sekolah
di perkotaan.
Berbagai gebrakan kreatif yang
ditempuhnya kini manfaatnya mulai dirasakan; Yang paling dirasakan adalah anak
didiknya tidak lagi gagap teknologi. Terobosan demi terobosan yang dilakukan I
Gede Suka juga tidak liput mendapat apresiasi dari salah seorang stafnya yang
juga guru disana. “Semenjak menggunakan media ini, peningkatan prestasi anak
dalam kelas meningkat cukup signifikan. Kalau kita prosentase peningkatan
kemampuan anak itu naik sekitar 20 persen. Terbukti, perolehan nilai siswa yang
saya pegang, yaitu kelas V meningkat dari nilainya kecil meningkat menjadi
lebih besar dan juga keaktifan siswa menjadi semakin meningkat”. Terang I Ketut
Biasa, S.Pd.
Hal ini kata I Ketut Biasa membuktikan langkah yang
diambil Kepala Sekolahnya sangat tepat. Sampai saat ini di SDN 1 Unggahan telah
memiliki 2 Laptop, 3 Unit LCD Proyektor dan 4 Komputer sebagai sarana pendukung
proses pembelajaran. Dengan dukungan sarana tersebut mulai Tahun Ajaran
2016/2017 ini I Gede Suka mengisyaratkan kepada semua guru agar mulai
menggunakan Microsoft Office PowerPoint sebagai media penyampaian dan pembelajaran
didalam kelas. Dengan methode pembelajaran seperti itu lelaki yang hobi
berkebun dan olahraga ini berharap Proses dan Mutu belajar akan bisa lebih
ditingkatkan lagi.
Ketika ditanya mengapa pihaknya lebih suka mengikuti
perkembangan teknologi dalam melakukan proses belajar mengajar ? I Gede Suka
berkilah bahwa di-era IT semua komponen masyarakat terlebih siswa harus sudah
mulai mengenalnya sejak dini. Faktor lainnya adalah dari segi efektivitas dan
manfaat. “Menggunakan media papan dan kapur sebagai alat bantu mentransper
pengetahuan kepada anak didik kurang baik untuk kesehatan Guru maupun siswanya
karena debu kapur. Papan putih serta sepidol juga tidak bisa digunakan secara
efektif. Karena spidol cepat rusak dan juga tidak tahan lama”.Terang salah satu
Kepala Sekoloah Berprestasi Kabupaten Buleleng ini.
Belajar dari pengalaman tersebut akhirnya dia mengganti
media penyampaian pembelajaran dengan sarana dan prasarana berupa; Laptop,
Proyektor, Komputer dan Sebuah Tablet. “Ide ini mulai pada tahun ajaran
2014/2015. Sebelumnya kita disini menggunakan media papan tulis dan kapur, Kami
juga pernah menggunakan Papan tulis yang menggunakan spidol, namum semua itu
memiliki kendala masing-masing seperti debu kapur menggagu kesehatan guru dan
siswa dan sepidol yang cepat rusak dan juga tidak tahan lama.
Inovatif dan kreatit dalam mengelola sekolah yang
dipimpinnya sangat berbanding lurus jika kemudian I Gede Suka mendapat predikat
sebagai salah satu Kepala Sekolah Berprestasi untuk tingkat Kabupaten. Peraih
Juara III Guru Berprestasi ini mengaku baru pertama kali mengikuti lomba Kepala
Sekolah berprestasi.
Namum di balik kesuksesannya itu, I Gede Suka mengaku tidak
lepas dari pengalaman yang sempat didapatkannya ketika mewakili Kecamatan
Seririt di perlombaan Guru Berprestasi sebanyak dua kali tampil di Kabupaten. “Selain
pengalaman pernah tampil pada tahun sebelumnya, kesuksesannya tersebut juga
tidak terlepas dari bimbingan pengawas Kecamatan Seririt yaitu I Made
Sumertha,S.Pd,M.Pd.”. ujar suami tercinta Ketut Sukasmini itu.
Menurutnya, setiap perlombaan yang diikutinya memiliki
tingkat kesulitan yang berbeda. Tahun ini misalnya, dia merasakan tambah berat
dibanding tahun sebelumnya. Masalahnya setiap peserta harus mengusai IT. Selain
kendala IT, Porto polio yaitu kumpulan bukti pendukung atas capaian-capaian
yang di raih juga masih menjadi persoalan tersendiri.
Namun kendala tersebut dapat teratasi, karena
sebelumnya kita pernah mengikuti workshop, mengikuti dan mengadakan seminar,
membuat PTK, serta membuat dokumen khusus terkait prestasi yang di raih oleh
guru, murid maupun sekolah. “Ya, jadi tujuan saya ikut terlibat dalam lomba
seperti Guru atau Kepala Sekolah berprestasi bukan semata mencari juara. Tapi
yang lebih terpenting adalah ingin meningkatkan kinerja dan mutu pendidikan di
sekolah. Karena dalam lomba itu pasti ada ilmu dan pengetahuan baru”.
Ungkapnya. @
No comments:
Post a Comment