Friday, 10 June 2016

GURU-KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS BERPRESTASI BAG-1

SD1 UnggahanTerapkan IT
Sebagai Media Pembelajaran

Kreatif dan inovatif. Dua kata ini sangat pantas disematkan pada sosok kita yang satu ini. Selain kaya ide dan terobosan baru dia juga sangat loyal dengan profesinya. Tidak keliru jika berkat integeritasnya itu, dia kemudian mampu mengukuhkan dirinya sebagai Juara III Kepala Sekolah Beprestasi di Kabupaten Buleleng. Siapakah dia dan apa saja kiprahnya ?

Ade Zanji Adhi Pramana
TENAR MAGAZINE – SERIRIT

SERIRIT, TENAR MAGAZINE – I Gede Suka. Nama boleh pendek tapi kalau bicara soal kreatifitas dan inovasi tidak lagi sependek namanya. Maka jangan heran, kendati ditugaskan di daerah yang tergolong cukup marginal; Nun jauh di Desa Unggahan, Kecamatan Seririt. Namun sekolah binaannya tak kalah berprestasi dengan sekolah di perkotaan.
                Berbagai gebrakan kreatif yang ditempuhnya kini manfaatnya mulai dirasakan; Yang paling dirasakan adalah anak didiknya tidak lagi gagap teknologi. Terobosan demi terobosan yang dilakukan I Gede Suka juga tidak liput mendapat apresiasi dari salah seorang stafnya yang juga guru disana. “Semenjak menggunakan media ini, peningkatan prestasi anak dalam kelas meningkat cukup signifikan. Kalau kita prosentase peningkatan kemampuan anak itu naik sekitar 20 persen. Terbukti, perolehan nilai siswa yang saya pegang, yaitu kelas V meningkat dari nilainya kecil meningkat menjadi lebih besar dan juga keaktifan siswa menjadi semakin meningkat”. Terang I Ketut Biasa, S.Pd.
Hal ini kata I Ketut Biasa membuktikan langkah yang diambil Kepala Sekolahnya sangat tepat. Sampai saat ini di SDN 1 Unggahan telah memiliki 2 Laptop, 3 Unit LCD Proyektor dan 4 Komputer sebagai sarana pendukung proses pembelajaran. Dengan dukungan sarana tersebut mulai Tahun Ajaran 2016/2017 ini I Gede Suka mengisyaratkan kepada semua guru agar mulai menggunakan Microsoft Office PowerPoint sebagai media penyampaian dan pembelajaran didalam kelas. Dengan methode pembelajaran seperti itu lelaki yang hobi berkebun dan olahraga ini berharap Proses dan Mutu belajar akan bisa lebih ditingkatkan lagi.
Ketika ditanya mengapa pihaknya lebih suka mengikuti perkembangan teknologi dalam melakukan proses belajar mengajar ? I Gede Suka berkilah bahwa di-era IT semua komponen masyarakat terlebih siswa harus sudah mulai mengenalnya sejak dini. Faktor lainnya adalah dari segi efektivitas dan manfaat. “Menggunakan media papan dan kapur sebagai alat bantu mentransper pengetahuan kepada anak didik kurang baik untuk kesehatan Guru maupun siswanya karena debu kapur. Papan putih serta sepidol juga tidak bisa digunakan secara efektif. Karena spidol cepat rusak dan juga tidak tahan lama”.Terang salah satu Kepala Sekoloah Berprestasi Kabupaten Buleleng ini.
Belajar dari pengalaman tersebut akhirnya dia mengganti media penyampaian pembelajaran dengan sarana dan prasarana berupa; Laptop, Proyektor, Komputer dan Sebuah Tablet. “Ide ini mulai pada tahun ajaran 2014/2015. Sebelumnya kita disini menggunakan media papan tulis dan kapur, Kami juga pernah menggunakan Papan tulis yang menggunakan spidol, namum semua itu memiliki kendala masing-masing seperti debu kapur menggagu kesehatan guru dan siswa dan sepidol yang cepat rusak dan juga tidak tahan lama.
Inovatif dan kreatit dalam mengelola sekolah yang dipimpinnya sangat berbanding lurus jika kemudian I Gede Suka mendapat predikat sebagai salah satu Kepala Sekolah Berprestasi untuk tingkat Kabupaten. Peraih Juara III Guru Berprestasi ini mengaku baru pertama kali mengikuti lomba Kepala Sekolah berprestasi.  
Namum di balik kesuksesannya itu, I Gede Suka mengaku tidak lepas dari pengalaman yang sempat didapatkannya ketika mewakili Kecamatan Seririt di perlombaan Guru Berprestasi sebanyak dua kali tampil di Kabupaten. “Selain pengalaman pernah tampil pada tahun sebelumnya, kesuksesannya tersebut juga tidak terlepas dari bimbingan pengawas Kecamatan Seririt yaitu I Made Sumertha,S.Pd,M.Pd.”. ujar suami tercinta Ketut Sukasmini itu.
Menurutnya, setiap perlombaan yang diikutinya memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Tahun ini misalnya, dia merasakan tambah berat dibanding tahun sebelumnya. Masalahnya setiap peserta harus mengusai IT. Selain kendala IT, Porto polio yaitu kumpulan bukti pendukung atas capaian-capaian yang di raih juga masih menjadi persoalan tersendiri.
Namun kendala tersebut dapat teratasi, karena sebelumnya kita pernah mengikuti workshop, mengikuti dan mengadakan seminar, membuat PTK, serta membuat dokumen khusus terkait prestasi yang di raih oleh guru, murid maupun sekolah. “Ya, jadi tujuan saya ikut terlibat dalam lomba seperti Guru atau Kepala Sekolah berprestasi bukan semata mencari juara. Tapi yang lebih terpenting adalah ingin meningkatkan kinerja dan mutu pendidikan di sekolah. Karena dalam lomba itu pasti ada ilmu dan pengetahuan baru”. Ungkapnya. @


No comments:

Post a Comment