Panjat Tebing Porsenijar Provinsi Bali
SDN 1 Gitgit Sumbang 1
Emas dan 4 Untuk Kontingen Buleleng
Spektakuler...!!! Dua
atlet cabang olah raga panjat tebing SDN 1 Gitgit mampu menyumbangkan 1 Medali
Emas dan 4 Medali Perunggu. Bahkan Putu Sintya Kartika adalah penyumbang medali
pertama cabang olah raga panjat tebing untuk kontingen Buleleng dalam
perhelatan Porsenijar Provinsi Bali Tahun 2016 di Denpasar.
DENPASAR, TENAR
MAGAZINE – Ambisi
SDN 1 Gigit, Kecamatan Sukasada, Buleleng meraih medali akhirnya terpenuhi
dengan sempurna. Bahkan perolehan 1 medali emas dan 4 perunggu yang
dipersembahkan Putu Sintya Kartika dan Diva
Satya Pratama bisa menjadi penawar kegagalan dua atlit SDN 1 Gigit yang lainnya
menembus arena kompetisi Porsenijar ke tingkat provinsi.
Prestasi
spektakuler dalam cabor panjat memanjat ini ditorehkan Putu Sintya Kartika
dengan mengoleksi 1 emas dan 3 perunggu. 1 medali perunggu lainnya
dipersembahkan oleh Diva Satya Pratama.
Keperkasaan siswi kelas IV menaklukkan kompetitornya
dari delapan kabupaten dan kota lainnya patut diacungi jempol. Pasalnya medali
emas yang didapat Sintya jutru direbutnya dari kelas boulder. Kelas ini bagi
atlet panjat tebing dinilai sebagai kelas neraka. Masalahnya boulder merupakan
kategori paling sulit, karena papannya paling pendek dan jalurnya sangat susah
untuk dilalui. Namun bagi atlet mungil dan berparas cantik ini justru
sebaliknya. Dia cukup lincah menaklukkan keterbatasan papan dan sulitnya
lintasan.
Perlu diketahui anak didik Kepala Sekolah I Putu Jaya Saputra,
S.Pd.SD. ini selain mampu menyumbangkan 1 medali emas dan 3 medali perunggu,
dia juga merupakan atlet pertama yang mampu menyumbang medali perunggu untuk
kontingen Buleleng dari cabor panjat tebing.
Seperti
diketahui dalam Porsenijar kabupaten Buleleng SDN 1 Gitgit memborong lima
medali emas. Lima medali tersebut dipersembahkan oleh empat siswa-siswi
terbaiknya yakni; Putu Diva Satya
Pratama, Putu sintya Kartika Putri, Made Surya Prananta dan Putu Indy Deswita
Puruaningsih.
Walaupun mampu meraih lima
medali emas, namun tidak serta merta semua atlet panjat tebing SDN 1 Gitgit
bisa lolos ke provinsi. Menurut Pelatih Panjat Tebing dari sekolah berhawa
sejuk Made Aryana, S.Pd. Dari empat atletnya itu hanya dua orang yang dinilai
memenuhi persyaratan. Ketentuan pengiriman atlet sebelumnya dilakukan uji
kelayakan atlet terlebih dahulu. Setelah dinyatakan layak atlet bersangkutan
baru boleh mewakili kabupaten ke Provinsi. Kedua altlet tersebut adalah; Putu
Diva Satya Pramatama dan Putu Sintya Kartika Putri.
“Sebelum dinyatakan lolos semua
atlet, termasuk atlet dari SDN 1 Gitgit diwajibkan mengkuti Training Centre
(TC). Melalui TC inilah kemudian menjadi salah satu ajang untuk menguji
kelayakan atlet untuk selanjutnya dinyatakan bisa atau tidak mewakili Buleleng
ke Provinsi”. Papar Ayahanda Putu Arya Kusuma Adi Putra.
Tidak terakomodirnya semua
atletnya yang mampu meraih emas di kabupaten ke provinsi menurut Aryana perlu
diberikan pemahaman secara baik. Sebab dua anak didiknya yang dinyatakan tidak
bisa dikirim ke propinsi terus menuntutnya. “Pak kenapa saya tidak dikirim”
Tanya Putu Indy Deswita Puruaningsih kepada pembinanya Made Aryana. “saya
sangat kecewa...!!! Padahal dalam dua kali bertanding saya hanya kalah Cuma
sekali”. Papar Made Surya Prananta dengan nada sedih. Putu Indy Deswita
Puruaningsih dan Made Surya Prananta dinyatakan belum layak ke provinsi karena
dinilai belum mampu mengimbangi seniornya yang tahun lalu telah menunjukkan
prestasi terbaiknya dalam cabor yang sama.
Kepala
Sekolah SDN 1 Gitgit I Putu Jaya Saputra, S.Pd.SD. mengaku sangat
bersyukur atas prestasi yang ditorehkan anak didiknya dalam ajang Porsenijar
tingkat Provinsi. Dia mengaku akan tetap konsisten dengan komitmennya untuk
menggali potensi yang dimiliki anak didiknya. Sehingga kedepan antara prestasi
akademik dan non akademik yang dimilikinya bisa simbang. “Sebagai Kepala
Sekolah, saya akan terus memperjuangkan, memfasilitasi apa yang menjadi potensi
serta keinginan anak didik. Terutama dalam mengeksplor kemampuan serta talenta
yang dimiliki oleh mereka; anak didik kami”. Ujar Jaya Saputra. MT-ZAP
No comments:
Post a Comment