Friday, 10 June 2016

Panjat Tebing Porsenijar Provinsi Bali
SDN 1 Gitgit Sumbang 1 Emas dan 4 Untuk Kontingen Buleleng

Spektakuler...!!! Dua atlet cabang olah raga panjat tebing SDN 1 Gitgit mampu menyumbangkan 1 Medali Emas dan 4 Medali Perunggu. Bahkan Putu Sintya Kartika adalah penyumbang medali pertama cabang olah raga panjat tebing untuk kontingen Buleleng dalam perhelatan Porsenijar Provinsi Bali Tahun 2016 di Denpasar.

DENPASAR, TENAR MAGAZINE – Ambisi SDN 1 Gigit, Kecamatan Sukasada, Buleleng meraih medali akhirnya terpenuhi dengan sempurna. Bahkan perolehan 1 medali emas dan 4 perunggu yang dipersembahkan Putu Sintya Kartika dan Diva Satya Pratama bisa menjadi penawar kegagalan dua atlit SDN 1 Gigit yang lainnya menembus arena kompetisi Porsenijar ke tingkat provinsi.
                Prestasi spektakuler dalam cabor panjat memanjat ini ditorehkan Putu Sintya Kartika dengan mengoleksi 1 emas dan 3 perunggu. 1 medali perunggu lainnya dipersembahkan oleh Diva Satya Pratama.
Keperkasaan siswi kelas IV menaklukkan kompetitornya dari delapan kabupaten dan kota lainnya patut diacungi jempol. Pasalnya medali emas yang didapat Sintya jutru direbutnya dari kelas boulder. Kelas ini bagi atlet panjat tebing dinilai sebagai kelas neraka. Masalahnya boulder merupakan kategori paling sulit, karena papannya paling pendek dan jalurnya sangat susah untuk dilalui. Namun bagi atlet mungil dan berparas cantik ini justru sebaliknya. Dia cukup lincah menaklukkan keterbatasan papan dan sulitnya lintasan.
Perlu diketahui anak didik Kepala Sekolah I Putu Jaya Saputra, S.Pd.SD. ini selain mampu menyumbangkan 1 medali emas dan 3 medali perunggu, dia juga merupakan atlet pertama yang mampu menyumbang medali perunggu untuk kontingen Buleleng dari cabor panjat tebing.
                Seperti diketahui dalam Porsenijar kabupaten Buleleng SDN 1 Gitgit memborong lima medali emas. Lima medali tersebut dipersembahkan oleh empat siswa-siswi terbaiknya yakni; Putu Diva Satya Pratama, Putu sintya Kartika Putri, Made Surya Prananta dan Putu Indy Deswita Puruaningsih.
                Walaupun mampu meraih lima medali emas, namun tidak serta merta semua atlet panjat tebing SDN 1 Gitgit bisa lolos ke provinsi. Menurut Pelatih Panjat Tebing dari sekolah berhawa sejuk Made Aryana, S.Pd. Dari empat atletnya itu hanya dua orang yang dinilai memenuhi persyaratan. Ketentuan pengiriman atlet sebelumnya dilakukan uji kelayakan atlet terlebih dahulu. Setelah dinyatakan layak atlet bersangkutan baru boleh mewakili kabupaten ke Provinsi. Kedua altlet tersebut adalah; Putu Diva Satya Pramatama dan Putu Sintya Kartika Putri.
                “Sebelum dinyatakan lolos semua atlet, termasuk atlet dari SDN 1 Gitgit diwajibkan mengkuti Training Centre (TC). Melalui TC inilah kemudian menjadi salah satu ajang untuk menguji kelayakan atlet untuk selanjutnya dinyatakan bisa atau tidak mewakili Buleleng ke Provinsi”. Papar Ayahanda Putu Arya Kusuma Adi Putra.
                Tidak terakomodirnya semua atletnya yang mampu meraih emas di kabupaten ke provinsi menurut Aryana perlu diberikan pemahaman secara baik. Sebab dua anak didiknya yang dinyatakan tidak bisa dikirim ke propinsi terus menuntutnya. “Pak kenapa saya tidak dikirim” Tanya Putu Indy Deswita Puruaningsih kepada pembinanya Made Aryana. “saya sangat kecewa...!!! Padahal dalam dua kali bertanding saya hanya kalah Cuma sekali”. Papar Made Surya Prananta dengan nada sedih. Putu Indy Deswita Puruaningsih dan Made Surya Prananta dinyatakan belum layak ke provinsi karena dinilai belum mampu mengimbangi seniornya yang tahun lalu telah menunjukkan prestasi terbaiknya dalam cabor yang sama.
                Kepala Sekolah SDN 1 Gitgit I Putu Jaya Saputra, S.Pd.SD. mengaku sangat bersyukur atas prestasi yang ditorehkan anak didiknya dalam ajang Porsenijar tingkat Provinsi. Dia mengaku akan tetap konsisten dengan komitmennya untuk menggali potensi yang dimiliki anak didiknya. Sehingga kedepan antara prestasi akademik dan non akademik yang dimilikinya bisa simbang. “Sebagai Kepala Sekolah, saya akan terus memperjuangkan, memfasilitasi apa yang menjadi potensi serta keinginan anak didik. Terutama dalam mengeksplor kemampuan serta talenta yang dimiliki oleh mereka; anak didik kami”. Ujar Jaya Saputra. MT-ZAP



No comments:

Post a Comment