Sunday, 5 June 2016

Kuis Ala Bupati Agus Suradnyana
Nama Bupati Tidak Terjawab

“Siapa nama saya yang lengkap” Demikian pertanyaan yang dilontarkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Dengan sedikit kebingungan dijawab; “Pak Ketut......”. Siswi SMAN 1 Singaraja yang menjawab pertanyaan tersebut tak kalah gelagapan, ketika menyadari jawaban yang dilontarkannya ternyata keliru. Lantas bagaimana tanggapan Bupati yang dikenal dengan slogan Buleleng Smile-nya ini ?

SINGARAJA, TENAR MAGAZINE – Suasana Pembukaan Pameran Kreativitas Siswa serangkaian Buleleng Education Expo (BEE) Rabu 1 Juni mendapat respon yang luar biasa dari kalangan warga sekolah di Kabupaten Buleleng. Pelajar SMP dan SMA/SMK yang dikoordinir Kepala sekolah masing-masing tampak tumpek blek memadati Gedung Kesenian Gede Manik yang terletak dibilangan Udayana Singaraja.
               
Kondisi ini tak pelak membuat gedung yang diresmikan Gubernur Bali Prof. DR. Ida Bagus Mantra Tahun 1988 ini menjadi sedikit riuh. Kepala Dinas Pendidikan Drs. Gede Suyasa, M.Pd saat menyampaikan laporan dihadapan Bupati-pun harus beberapa kali menenangkan para pelajar yang didominasi anak-anak SMP, SMA dan SMK itu. “Adik-adik yang berintergritas di Buleleng” Ucap Mantan kadisbudpar itu berulang-ulang. Namun pekikan  yang diucapkan dengan lantang oleh Suyasa tak sedikitpun direspon. Anak-anak yang baru menginjak remaja itupun tetap asyik dengan obrolannya masing-masing.
“Mohon adik-adik kasi waktu lima menit saja”. Seru Suyasa, sembari melanjutkan membacakan laporan hingga usai. Situasi ini sangat dimaklumi Bupati saat itu. Terbukti begitu naik panggung, untuk memberikan kata sambutan sekaligus membuka acara, Agus Suradnyana tidak lantas membacakan sambutan yang telah disodorkan ajudannya.
Mantan Anggota DPRD Bali dari FPDI Perjuangan itu malah memanggil satu orang dari masing-masing sekolah yang hadir saat itu. “Ayo satu orang dari masing-masing sekolah maju kedepan”.  seru Agus. Panggilan itupun secara berebutan direspon oleh satu orang dari wakil sekolah yang hadir. Ada sekitar 22 orang siswa dan siswi berjejer diatas panggung. “Sekarang kita akan main kuis, siapa yang bisa menjawab saya kasi hadiah Rp 500 ribu”. Ucapnya.
Giliran pertama yang disuruh maju adalah lima orang yang berdiri dari kiri. “Pertanyaannya gampang. Sekarang tanggal berapa...?”. Tanya Bupati. Pertanyaan ini dengan mudah dijawab oleh salah satu siswa. Termasuk pertanyaan kedua yang dilempar Bupati kepada lima orang yang mendapat giliran pertama menjawab pertanyaannya. Puas memberikan dua pertanyaan kepada lima orang pertama kini giliran lima orang dari barisan berikutnya. “Sekarang cepat-cepatan. Dimana Bung karno dilahirkan........Siapa nama istri Bung Karno”. Dua pertanyaan ini juga dengan mudah dijawab oleh pelajar yang ditunjuk Bupati Agus.
Memasuki giliran lima orang berikutnya Bupati Agus mulai diuji kesabarannya atas jawaban yang diberikan pelajar yang didominasi anak-anak SMA/SMK itu. Karena dari dua pertanyaan yang diajukan tak satupun bisa dijawab oleh lima siswa tersebut. Pertanyaannya adalah Siapa nama ayah Bung Kano. “Siapa nama ayah Bung Karno”. Kata Bupati Agus mengulang pertanyaan. Tidak mendapat jawaban, pertanyaan kedua-pun kembali diajukan Bupati yang dikenal dengan julukan PAS. Pertanyaan tersebut adalah, Ibu Bung Karno berasal dari mana. Secara berturut-turut dijawab salah oleh mereka. Ada yang menjawab dari Tampak Siring dan ada yang menjawab Ibunda Soekarno berasal dari Banjar. “Kalian tolong mundur karena kalian gagal”. Ucapnya, sembari mempersilahkan lima deret berikutnya maju kedepan.
Setali tiga uang, setelah lima belas pelajar mendapat pertanyaan secara bergantian, kini giliran barisan jejeran nomer 15 sampai 20 yang maju kedepan. Dibarisan inipun Bupati harus kembali menelan pil pahit. Karena pertanyaannya tak satupun bisa dijawab oleh dua siswa dan siswi SMP serta tiga siswi SMK dari Gerokgak, Kubutambahan dan Seririt. Pertanyaan tanggal diperingatinya hari Kesaktian Pancasila tak satupun ada yang bisa menjawabnya. Malahan ketika ditanya siapa nama salah satu pahlawan nasional dari Buleleng juga dijawab ngawur oleh mereka; Jawabannya Ida Bagus Jelantik serta jawaban lainnya adalah I Gusti Ngurah Rai.
Kendati sedikit kecewa, Agus Suradnyana masih tetap menjaga situasi dengan joke-joke lucunya, “Uli dije Gus”. Tanya Bupati pada salah satu siswa SMP yang mengaku berasal dari Suwug. Mendengar nama Suwug dengan spontan Bupati kembali melontarkan pertanyaan “Nyen jogede paling jegeg di Suwug”. Mendengar pertanyaan tersebut suasana Gedung Kesenian Gde Manik semakin pecah dengan gelak dan tawa. “Tiang sing nawang, tyang sing demen mejogedan”. Jawab pelajar SMP itu polos.
Menyisakan dua peserta di sesi akhir pertanyaan Bupati, lagi-lagi orang nomer satu di Bumi Denbukit ini dibuat dongkol. Pasalnya ketika siswi asal SMAN 1 Singaraja disodori pertanyaan, siapa nama presiden RI pertama, entah karena grogi atau terlalu percaya diri langsung saja dijawabnya dengan “Soeharto”. Pun ketika ditanya nama istri Bupati serta nama Wakil Bupati belum mampu dijawabnya dengan baik. “kalau begitu siapa nama saya yang lengkap..?”. Tanya Bupati.....”Pak Ketut....”. Siswi SMAN 1 Singaraja yang menjawab pertanyaan tersebut tak kalah gelagapan, ketika menyadari jawaban yang dilontarkannya ternyata keliru. “Hari gini Smansa tidak tau nama Bupatinya...?”. ujar Bupati Agus dengan nada sedikit dongkol.
Seusai memberikan kuis pada perwakilan sekolah yang naik ke panggung, Bupati Agus mengingatkan kepada semua guru agar kembali memberikan penekanan pada pembelajaran sejarah di sekolah masing-masing. “Itu tadi hanya sekedar untuk menghangatkan suasana saja”. Ungkapnya. Dengan diselenggarakannya Buleleng Education Expo (BEE) untuk pertama kalinya di Buleleng, Bupati sejatinya ingin ada timbal balik yang pro aktif dari masyarakat. Terutama munculnya masukan dan usulan sehingga akselerasi pendidikan di kabupaten Buleleng semakin meningkat. MT-WAK
  
               



No comments:

Post a Comment