Kuis
Ala Bupati Agus Suradnyana
Nama Bupati Tidak Terjawab
“Siapa nama saya yang lengkap” Demikian
pertanyaan yang dilontarkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Dengan sedikit
kebingungan dijawab; “Pak Ketut......”. Siswi SMAN 1 Singaraja yang menjawab
pertanyaan tersebut tak kalah gelagapan, ketika menyadari jawaban yang
dilontarkannya ternyata keliru. Lantas bagaimana tanggapan Bupati yang dikenal
dengan slogan Buleleng Smile-nya ini
?
SINGARAJA, TENAR MAGAZINE – Suasana Pembukaan Pameran Kreativitas Siswa
serangkaian Buleleng Education Expo (BEE) Rabu 1 Juni mendapat respon yang luar
biasa dari kalangan warga sekolah di Kabupaten Buleleng. Pelajar SMP dan
SMA/SMK yang dikoordinir Kepala sekolah masing-masing tampak tumpek blek memadati Gedung Kesenian
Gede Manik yang terletak dibilangan Udayana Singaraja.
“Mohon adik-adik kasi waktu lima menit saja”. Seru
Suyasa, sembari melanjutkan membacakan laporan hingga usai. Situasi ini sangat
dimaklumi Bupati saat itu. Terbukti begitu naik panggung, untuk memberikan kata
sambutan sekaligus membuka acara, Agus Suradnyana tidak lantas membacakan
sambutan yang telah disodorkan ajudannya.
Mantan Anggota DPRD Bali dari FPDI Perjuangan itu
malah memanggil satu orang dari masing-masing sekolah yang hadir saat itu. “Ayo
satu orang dari masing-masing sekolah maju kedepan”. seru Agus. Panggilan itupun secara berebutan
direspon oleh satu orang dari wakil sekolah yang hadir. Ada sekitar 22 orang
siswa dan siswi berjejer diatas panggung. “Sekarang kita akan main kuis, siapa
yang bisa menjawab saya kasi hadiah Rp 500 ribu”. Ucapnya.
Giliran pertama yang disuruh maju adalah lima orang
yang berdiri dari kiri. “Pertanyaannya gampang. Sekarang tanggal berapa...?”.
Tanya Bupati. Pertanyaan ini dengan mudah dijawab oleh salah satu siswa.
Termasuk pertanyaan kedua yang dilempar Bupati kepada lima orang yang mendapat
giliran pertama menjawab pertanyaannya. Puas memberikan dua pertanyaan kepada
lima orang pertama kini giliran lima orang dari barisan berikutnya. “Sekarang
cepat-cepatan. Dimana Bung karno dilahirkan........Siapa nama istri Bung
Karno”. Dua pertanyaan ini juga dengan mudah dijawab oleh pelajar yang ditunjuk
Bupati Agus.
Memasuki giliran lima orang berikutnya Bupati Agus
mulai diuji kesabarannya atas jawaban yang diberikan pelajar yang didominasi
anak-anak SMA/SMK itu. Karena dari dua pertanyaan yang diajukan tak satupun
bisa dijawab oleh lima siswa tersebut. Pertanyaannya adalah Siapa nama ayah
Bung Kano. “Siapa nama ayah Bung Karno”. Kata Bupati Agus mengulang pertanyaan.
Tidak mendapat jawaban, pertanyaan kedua-pun kembali diajukan Bupati yang
dikenal dengan julukan PAS. Pertanyaan tersebut adalah, Ibu Bung Karno berasal
dari mana. Secara berturut-turut dijawab salah oleh mereka. Ada yang menjawab
dari Tampak Siring dan ada yang menjawab Ibunda Soekarno berasal dari Banjar. “Kalian
tolong mundur karena kalian gagal”. Ucapnya, sembari mempersilahkan lima deret
berikutnya maju kedepan.
Setali tiga uang, setelah lima belas pelajar mendapat
pertanyaan secara bergantian, kini giliran barisan jejeran nomer 15 sampai 20
yang maju kedepan. Dibarisan inipun Bupati harus kembali menelan pil pahit. Karena pertanyaannya tak
satupun bisa dijawab oleh dua siswa dan siswi SMP serta tiga siswi SMK dari
Gerokgak, Kubutambahan dan Seririt. Pertanyaan tanggal diperingatinya hari
Kesaktian Pancasila tak satupun ada yang bisa menjawabnya. Malahan ketika
ditanya siapa nama salah satu pahlawan nasional dari Buleleng juga dijawab ngawur
oleh mereka; Jawabannya Ida Bagus Jelantik serta jawaban lainnya adalah I Gusti
Ngurah Rai.
Kendati sedikit kecewa, Agus Suradnyana masih tetap
menjaga situasi dengan joke-joke
lucunya, “Uli dije Gus”. Tanya Bupati
pada salah satu siswa SMP yang mengaku berasal dari Suwug. Mendengar nama Suwug
dengan spontan Bupati kembali melontarkan pertanyaan “Nyen jogede paling jegeg di Suwug”. Mendengar pertanyaan tersebut
suasana Gedung Kesenian Gde Manik semakin pecah dengan gelak dan tawa. “Tiang sing nawang, tyang sing demen
mejogedan”. Jawab pelajar SMP itu polos.
Menyisakan dua peserta di sesi akhir pertanyaan
Bupati, lagi-lagi orang nomer satu di Bumi Denbukit ini dibuat dongkol.
Pasalnya ketika siswi asal SMAN 1 Singaraja disodori pertanyaan, siapa nama presiden
RI pertama, entah karena grogi atau terlalu percaya diri langsung saja
dijawabnya dengan “Soeharto”. Pun ketika ditanya nama istri Bupati serta nama
Wakil Bupati belum mampu dijawabnya dengan baik. “kalau begitu siapa nama saya
yang lengkap..?”. Tanya Bupati.....”Pak Ketut....”. Siswi SMAN 1 Singaraja yang menjawab pertanyaan tersebut tak kalah
gelagapan, ketika menyadari jawaban yang dilontarkannya ternyata keliru. “Hari
gini Smansa tidak tau nama Bupatinya...?”. ujar Bupati Agus dengan nada sedikit
dongkol.
Seusai memberikan kuis pada perwakilan sekolah yang
naik ke panggung, Bupati Agus mengingatkan kepada semua guru agar kembali
memberikan penekanan pada pembelajaran sejarah di sekolah masing-masing. “Itu
tadi hanya sekedar untuk menghangatkan suasana saja”. Ungkapnya. Dengan
diselenggarakannya Buleleng Education Expo (BEE) untuk pertama kalinya di
Buleleng, Bupati sejatinya ingin ada timbal balik yang pro aktif dari
masyarakat. Terutama munculnya masukan dan usulan sehingga akselerasi
pendidikan di kabupaten Buleleng semakin meningkat. MT-WAK
No comments:
Post a Comment