Sunday, 5 June 2016

Dari FLS2N Kabupaten Buleleng
Banjar Kontingen Favorite

Kecamatan Banjar jadi bintang gelaran FLS2N Kabupaten Buleleng. Secara akumulasi Kecamatan Banjar memang mendominasi semua  bidang yang di festivalkan maupun dilombakan dalam ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat kabupaten Buleleng Rabu 4/5 bertempat di SDN 3 Banjar Jawa, Singaraja. Dominasi tersebut tak pelak mendapat sambutan meriah dari undangan yang hadir saat itu. Tak terkecuali Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng Drs. I Gede Suyasa, M.Pd juga tak ketinggalan memberikan apresiasi khusus buat Kontingen dibawah kendali Kepala Unit Pelaksana Pendidikan (Ka. UPP) Banjar Made Pastima itu.

SINGARAJA, TENAR MAGAZINE – Banyak yang menarik dari tampilan Kontingen FLS2N Kecamatan Banjar tahun ini; Kecamatan Banjar yang mengikuti semua konten yang di festivalkan dan dilombakan hampir tak satupun melewatkan predikat juaranya. Ketrampilan kriya anyam yang merupakan tradisi masyarakat Banjar Utamanya di Desa Tigawasa masih dengan kuat dipertahankan oleh siswi asal SDN 2 Tigawasa Ni Komang Perayani. Posisi Perayani di peringkat 1 seakan sulit dikejar koleganya dari SDN 1 Sangsit (Sawan) Kadek Dwi Mega Maharani yang menempati peringkat 2 dan Kadek Funny Raditya dari SDN 1 Nagasepaha (Buleleng) diperingkat 3.
                Dalam lomba membatik, Kontingen besutan Kepala UPP Made Pastima ini juga mampu menunjukkan kelasnya diantara delapan wakil Kecamatan lainnya. Adalah Putu Ananta Arya Dharmika mampu memegang supremasi tertinggi dalam seni ketrampilan membatik. Dengan memperoleh nilai 938,5 siswa SDN 6 Gobleg ini jauh melesat meninggalkan delapan pesaingnya termasuk yang menempati posisi ke-2 dan 3 masing-masing Gede Astawa Subawa dari SDN 3 Bulian (Kubutambahan)nilai 907,5 dan Ni Komang Sri Nandya Maharani SDN 1 paket Agung (Buleleng) nilai 875.
                Sedangkan juara 1 lainnya yang mampu ‘dicuri’ Kecamatan Banjar, adalah dalam lomba melukis. Seperti dua temannya yang mampu menempati peringkat teratas dengan nilai sempurna. Putu Darmawan dari SDN 1 Banjar juga tidak kalah hebat untuk ‘membabat’ kerabatnya yang mewakili kecamatan masing-masing. Dengan mengumpulkan poin 710 Darmawan juga meninggalkan pesaingnya dengan selisih angka yang cukup besar. Putu Aditya Putra Pratama dari SDN Munduk Bestala (Seririt) misalnya harus puas menempati posisi runner upnya Darmawan dengan nilai 694. Sedangkan posisi ketiga ditempati siswa SDN 2 Bungkulan (Sawan) Gede Agus Darmaja dengan total nilai 677.
                Selain merebut tiga posisi terhormat sebagai juara 1. Kecamatan Banjar juga menyabet empat predikat sebagai juara dua dalam bidang lomba Menyanyi Tunggal atas nama Putu Wisti Parwati Devi, Pidato Bahasa Indonesia diraih oleh Ni Putu Orisnayanti (SDN 1 Cempaga), Seni tari Kreasi Baru yang dibawakan oleh Putu Vera Sandra Virginia, Luh Yunda Ari laksmi, Ni Putu Eva Trinita, Ni Putu Novi Rahayu Putri dan Putu Diah Paramita Iswari Giri dari SDN 1 Kaliasem. Lomba Cipta Puisi diraih oleh Kadek Listya Prasetya Dewi dari SDN 2 Gesing,
                Sedangkan juara tiga satu-satunya yang didapat Banjar adalah dalam lomba Pantomim yang dibawakan oleh Duet Siswa SDN 1 Temukus Made Windu Pastika berpasangan dengan Komang Ari Krisna. Sementara dalam lomba membuat gambar bercerita Kecamatan Banjar harus tersisih dari Kecamatan Buleleng, Kubutambahan dan Tejakula.
                Kepala Dinas pendidikan kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd mengaku sangat bangga dengan kemampuan yang ditunjukkan anak didiknya yang tersebar diseluruh Kabupaten buleleng. “Ini sebagai bukti bahwa prestasi anak-anak tidak hanya terpusat di Kota saja, tapi sudah menyebar secara merata hingga kepelosok desa. Dan hari ini sudah dibuktikan oleh anak-anak kita yang ada di pedesaan”. Ujar Mantan Kadis Pariwisata itu sembari memberikan contoh dalam lomba pidato ternyata salah satu pemenangnya berasal dari SDN 1 Cempaga. “Saya pikir anak-anak diluar sana apalagi Cempaga akan sulit memenangkan lomba ini. Karena saya yakin bahasa sehari-hari yang digunakannya pasti Bahasa cempaga”. Paparnya dengan gaya berseloroh. Sebelum menutup serangkaian kegiatan Festival dan lomba Kadisdik Gede Suyasa juga sempat menyerahkan piala secara simbolis kepada semua pemenang. MT-WAK




No comments:

Post a Comment